Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Dengarkan Aku Hujan

Awal bertemu memang tak pernah tahu kau dan aku akan menjadi kita. Sapaan paling dahsyat diantara aku dan kamu saat itu hanya “apa kabar?”. Aku adalah orang yang periang. Kau pendiam. Kita bisa saling melengkapi dengan sifat yang berbeda. Tak pernah tahu diam-diam kau memperhatikanku. Kau hebat. Sampai aku tak pernah tahu mata kau setiap detik memperhatikan aku. Seperti detektif tanpa kaca pembesar. Yang membesarkan kau untuk memperhatikan aku adalah hati mu. Rasa itu.             Suatu hari ada kesempatan dimana aku dan dia berada dalam satu kelompok musik persyaratan Ujian. Jangka waktu kurang lebih satu bulan kita kerja keras,latihan bersama. Secara otomatis kita berada pada tempat dan waktu yang sama. Awalnya biasa. Lama-lama perhatian. Terasa bergetar di hatiku. Ke geer-an. Akhirnya…ah! Terperangkap juga di hatinya.             Awalnya sms-an. Intensif. Dan pada su...