Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

yoo ayoo semangat~

Sebenarnya ini hanya iseng. Lagi pengen bikin kata-kata hihihi. Alhamdulillaah setelah sehari shaum, menikmati saat berbuka, shalat Isya, dan Tarawih, juga muroja'ah tiga surat ( Al-Ma'arij, Al-Haqqah, dan Al-Jin). Jadi sederhana itu sangat penting. Sederhana bukan berarti miskin. Sederhana adalah bentuk seseorang mensyukuri nikmat Allah dengan tidaak berlebihan. Sederhana itu memang sulit dilakukan. Sederhana adalah bukti ketaatan. Memilih pintu rezeki. Harus ada usaha dalam meraihnya. Saat memutuskan untuk ber-Ikhtiar jangan melulu memikirkan 'takut rugi', 'takut percuma'. Berusaha adalah bentuk ibadah dan berpahala, maka tidak ada yang sia-sia di muka bumi ini. Keyakinan pada usaha sangat perlu, sehingga membuat diri ini teguh pada pijakan yang dipilih. Terus berusaha atau terpatahkan! Untuk bermimpi jangan takut. Takut gak kesampaian atau berpikir mimpi yang dimiliki terlalu dijadikan 'khayalan'. Kenapa seseorang bermimpi?. Karena ada seseorang...

uhhuhuhu~

Waktu dia bertanya padaku. "Kamu mau menunggu aku?". Apa jawaban yang tepat? Entahlah. Aku berprinsip bahwa; biarkan Allah mengatur waktu dan membuat skenario terbaik untuk aku dan dia. Jika Allah mentakdirkan untuk bersama tak usah pertanyaan itu dilontarkan. Pantaskan diri dalam diam :')

@#$%^&$#%

Yang sering menggunakan kata 'kan' dalam setiap pertanyaan itu merupakan  harapan besar nan positif pada pertanyaannya. Sebagai tanda pengharapan pada sebuah keyakinan bahwa yang dimaksud adalah benar. "Kamu suka makan kan?" tanpa ragu bilang "Ya". Coba dengan teliti kita pelajari dua pertanyaan di bawah : 1. Kamu ikut ya ? 2. Kamu ikut kan ? Nah, dari dua pertanyaan di atas yang paling berselera untuk menjawab positif dengan tegas adalah pertanyaan ke-dua. "Kamu ikut kan?" seolah meyakinkan bahwa yang diajak akan menjawab "iya". Dibanding pertanyaan ke-satu. "Kamu ikut ya ?" pasti keseringan orang mikir-mikir dulu. "Ikut ga yaaa". Tapi beda lagi dengan halnya pertanyaan "Kamu sayang aku kan?" nah kalau ini jangan pake "kan" karena ada peluang bakal sakit hati, atau dianggap ke PD-an, hihihi. Gini aja : "Kamu sayang aku ga?" (aaaihh abaikaaan.. error connected.. @#$%^&*&^^%...

Oh Eksakku Sayang (Cerpen)

                        “Kring…kring…kring” suara alarm berbunyi. Tanganku meraba kasur berusaha mendapatkan alarm untuk dimatikan. Ah, akhirnya aku berhasil meraih langsung ku matikan dan kembali menghangatkan diri dengan selimut di antara dinginnya subuh. Seketika aku terperanjat bangun. Aku lupa kalau hari ini adalah hari Senin dan harus berangkat lebih pagi untuk upacara bendera. Buru-buru aku masukkan buku untuk hari ini. Cepat-cepat aku mandi sarapan dan berngkat. Di depan halaman rumah saat sedang menalikan tali sepatu aku melupakan sesuatu, buku tugas Kimiaku! Belum selesai menalikan sepatu aku buru-buru kembali ke kamar dan memasukkan buku tugas. Aku lagi tergesa-gesa ke depan gang. “Aduh….. ini gawat, pasti macet” dalam hati aku mengkhawatirkan keadaan jalan yang macet panjang di pertigaan. Aku lari dan terus berlari menyusuri jalan berapsal yang penuh bebatuan....

Bersyukurlah Sebanyak Kamu Berharap

Allah adalah sebaik-baik pembuat skenario dan manusia tinggal menjalankan sebaik-baik amanah yang telah disanggupi dan telah berucap 'deal' di lauhil mahfudz sana. Memang tak pernah secara sadar kita ketahui sejak kapan ber-ijab- qobul dengan Sang Maha Agung. Tetapi walau detik ini kita dilupakan oleh janji dengan Allah Dia tidak akan mempermainkan kebodohan kita terhadap janji yang telah Allah gariskan. Allah tidak akan berhianat kepada manusia walau ada saja manusia yang terkutuk karena mengingkari nikmat yang telah banyak dilimpahkan oleh-Nya. Bahkan Allah tak pernah bosan memberikan karunia kepada manusia sehingga tak terhitung seberapa banyak nikmat Allah yang telah diberikan dan tidak ada satupun nikmat dari-Nya yang pantas kita tidak syukuri (QS.Ar-Rahman:13) Nikamt Allah niscaya air. Yang menjadi kebutuhan manusia banyak, banyak di mana-mana, asal manusianya yang mau mencari dan memiliki wadah agar tertampung. Semakin luas permukaan wadah maka semakin banyak pula air ...

Mengharapkan Senyuman

Gambar
Sejak empat tahun yang lalu aku mengenal dia sebagai sosok yang ceria. Semua pandangan terhadap dia pasti selalu baik. Senyum yang merekah dari bibir dia adalah gambaran suasana hatinya. Di kelas, menurutku hanya dia satu-satunya orang yang tak pernah mengeluarkan air mata. Entah karena tidak ada yang membuatnya sedih, ataukah menutupi kesedihan. Selain kegembiraan yang menghiasi dirinya, juga tutur kata yang baik. Aku meyakini itulah dirinya.             Aku dianggap sahabat baiknya, hari-hari kujalani dengan dia selalu. Orang bilang aku dan dia seperti perangko. Jika ada aku, pasti dia ada. Tidak hanya aku, dia juga mempunyai sahabat yang telah dijanjikannya akan setia. Tapi aku tidak menganggap sahabat dia adalah sahabatku walau aku dan dia juga bersahabat. Bukankah sahabat butuh proses yang lama ? bukan hanya sekedar lisan yang menyatakan ‘sahabat’.             Dia ...

Dengarkan Aku Hujan

Gambar
Awal bertemu memang tak pernah tahu kau dan aku akan menjadi kita.             Suatu hari ada kesempatan dimana aku dan dia berada dalam satu kelompok musik persyaratan Ujian. Jangka waktu kurang lebih satu bulan kita bekerja keras,latihan bersama. Secara otomatis kita berada pada tempat dan waktu yang sama. Awalnya biasa. Lama-lama perhatian. Terasa bergetar di hatiku. Ke geer-an. Akhirnya…ah! Terperangkap juga di hatinya.             Awalnya sms-an intensif. Dan pada suatu malam dia memberanikan diri untuk menelponku. Memainkan gitar untukku. Disitulah awal aku terjerembab dalam cinta. Rasanaya resah jika tak ada kabar darinya. satu jam,menit,hingga detik aku tak sanggup.             Kita hanya satu tahun bisa bersama. Bersama untuk fisik. Tak pernah lagi pandanganku melihat indah sosoknya. Alangkah sedihnya. Kita...