Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

happen now :') be strong ukh!

Jangan habiskan air mata untuk seseorang yang bahkan tidak tahu kita menangis untuknya. Jangan habiskan waktu memikirkan orang lain yang bahkan satu detik pun tidak balas memikirkan kita. Dan mulailah menyadari, boleh jadi di luar sana, ada orang lain yang bersedia menangis untuk kita, bersedia menghabiskan waktu untuk kita. --tere liye

buat persyaratan PTL Industri

Ayah dan Ibuku terlahir dari orangtua yang bekerja pada sektor wirausaha. Nenek dari ibuku hanya tamat sekolah hingga kelas 4 Sekolah Dasar, tetapi berkat semangat dan perjuangannya nenekku mampu berbisnin dengan pejabat tinggi Hingga sekarang usaha nenekku adalah berjualan kaca mata di pasar Anyar Bogor. Usaha itu ditularkan pada pamanku, juga ayahku. Nenek tak segan berbagi ilmu usaha kacamata dan menularkan bagaimana menjadi wirausaha hebat dengan bermodalan yang sederhana. Juga nenek dan kakekku dari ayah yang bertinggal di Tasik adalah Karena ibu terlahir dari nenek wirausaha yang jujur, maka diriku lahir dengan gen keturunan yang juga memiliki kemampuan berwirausaha. Sejak ayahku membuat pabrik rumahan permen susu, kue yang dinakan Salome yang dibuat dari biskuit dan tape. Hasil produk itu ayahku sendiri yang mendistribusikan ke berbagai sekolah dan warung-warung. Akupun tak kalah berwirausaha, sejak Sekolah Dasar aku membuat gelang dari mute-mute kecil yang beraneka warna. Aku...

^^

Aku adalah Motivator terbaik, dokter terhandal, polisi terdisiplin untuk diriku~

AKU

Aku tipe orang yang cuek. orang mau ngomong apa tentang aku tak pernah aku gubris. biarlah mereka puas membicarakan aku di belakang sana. tapi kadang kala aku sibuk mengomentari urusan orang. aku sadar saat kita dibicarakan karena kita suka membicarakan. selain cuek soal komentar oranglain aku juga noprofile, aku gak banyak komentar tentang orang yang contohnya bermewahan, karena aku tidak suka mewah, cukup sederhana. Tak begitu memperhatikan penampilan pakaian, aku gak suka yang ribet-ribet. Prinsip aku : pakai apa yang ada, asal menutup. Ya, itu saja! Aku kritis orangnya. Apapun kejadian aku berkomentar. Banyak orang yang rasanya aku lihat lelah dengar aku berceloteh. mulai dari keadaan politik indonesia, ekonomi, agama, hingga apapun yang aku dapatkan diluar sana. Ummi satu-satunya orang yang rela dengar pengalaman aku. Tapi ummi juga yang selalu nodong cerita kalau abis pulang dari acara atau tanya ada kejadian apa, ada kabar apa. Ummi suka mesem-mesem kalau aku udah ngerocos. ...

untuk Mu karena dari Mu

yaa Alloh, hamba hanya berharap kepada Mu, hanya menggantungkan segala apapun, juga harapan kepada Mu. Jadikan apa yang hamba inginkan menjadi yang apa hamba butuhkan dan terbaik untuk hamba. yaa Alloh, hanya kepada Mu hamba mengembalikan apa yang hamba terima dari Mu. Hamba percaya akan 'kun fa yakun' Mu. Kabulkan do'aku untuk menjadi yang terbaik dalam kelulusan Aliyah dan lolos sleksi beasiswa perindustrian dan masuk ke pilihan pertama, Akademi Kimia Analis Bogor. aamiin yaa Alloh yaa Robbal'alamiin.... hamba janji akan mejadi lebih baik dari sekarang, merubah diri, keluarga dan di sisi Alloh tetap taqwa. insyaAlloh...

(masih sketsa) "kemang aku kenang"

Di bawah rindangnya daun batang tua mengukir sejarah bunga bak sakura di Jepang berguguran  oleh hembusan angin aku diam dan mata berkelana menjelajahi jejak langkah di madrasah mata jauh memandang ke deretan kelas bertingkat wajah polosku tertawa dengan jilbab tak tertata jalan membawa susu sachet dengan Rodhita aku masih duduk manis di bawah pohon sejarah aku melihat saat duduk di bangku Tsanawiyah mulailah saat aku punya rumah kedua saat pakai jas berwarna emas keberanian, kreativitas mulai aku belajar berdakwah sejuk suasana madrasah jauh memandang pepohonan kelapa, sawo, bahkan kemang menjadi buah rebutan langit biru hingga jingga saksi petualangan aktivitas di madrasah saatnya melangkah jauh untuk kembali berjalan diantara impian dan harapan berlaku apa yang telah didapatkan (last) langit telah senja saatnya mengakhiri cerita kututup buku puisi yang ini kucipta

Berbagi Untuk Organisator

Assalamu'alaikum. Selamat pagi. Bagaimana kabarnya nih organisator? Semoga tetap Alloh kasih kesehatan untuk kita semua ya. Karena nikmat Alloh yang satu ini sangat penting sekali untuk kita sebagai organitation fighter! Alhamdulillah hari ini sudah di rumah dan bisa sedikit melepas dendam untuk tidur sepanjang hari seperti hibernasi hehehe, karena empat hari kemarin aku menjadi fasilitator di acara Taruna Melati PC IPM Leuwiliang. Seru ko, gak bikin nyesel menghabiskan waktu selama itu. Dari pengalaman inilah aku akan sedikit berbagi pengalaman dan sedikit tip-tip how to be organisator. Acara TM ini diikuti oleh beberapa ranting di PC IPM Leuwiliang, termasuk ranting yang aku pimpin, yaitu PR IPM Cibungbulang. Aku menyimpan harapan pada perwakilan Cibungbulang untuk meneruskan kepemimpinan aku. Melihat peserta Taruna Melati 1 ini aku jadi ingat masa-masa aku seperti mereka. Saat itu aku TM di Curug Bitung, Cibeber Nanggung. Kalau dibandingkan dengan TM aku dulu, lebih menantan...

National Examination

Alhamdulillah segala puji bagi Alloh, dan hanya untukNya. beres sudah segala ujian-ujian yang ditempuh pada tingkat SMA. mulai dari tryout, ujian praktik,ujian madrasah,dan terakhir Ujian Nasional. semoga usaha sarah selama ini optimal agar pantas untuk bertawakkal. bayangkan jika usaha tak optimal tapi bertawakkal, rasanya tak adil. hehehe, walau itu Alloh yang mengatur. Catatan kali ini sarah mau mencurahkan isi hati tentang Ujian Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah negara Indonesia. Ujian memang satu rutinitas diselenggarakan di Indonesia, tapi rumor beredar akan segera dihapus ditahun depan. Dan semoga itu benar adanya. kenapa begitu?. Nah.. jawaban ini sudah menjadi rahasia umum, bahkan seluruh Indonesiapun tau, mugnkin hingga luarnegeri. ihh ngeri banget. "Maksiat Tahunan" itulah katanya. Dimana tak aneh jika sekarang banyak koruptor merajalela dan menjamur. Karena sekarang saja anak-anak Indonesia sudah dibiasakan untuk tidak jujur. Benah dulu kebiasaa...

Terjawab oleh Waktu

Tiga tahun lamanya kita saling mengenal dan selalu berbagi. Dekat dengan rasa saling suka. Berasas sahabat dari menjurus kisah cinta. Dibilang kisah cinta, tak ada perjanjian untuk pacaran. Membingungkan memang. Seseorang itu memberikan banyak catatan dihidupku. Lamanya perjalanan waktu menjadi dialah buku diary. Hampir masalah yang aku alami dia ketahui. Jatuh bangunnya aku, dia menjadi saksi. Akupun pernah menjadi sosok motivasi untuknya. Akupun menjadi tempat keluh kesah, berbagi kebahagiannyanya. Kita seperti layaknya keluarga. Aku menanggap dia kakak, begtupun aku adiknya. Aku menjadi seorang adik yang layaknya adik. Manja, berkeluh kesah, ya begitulah. Untungnya dia sosok yang baik hati. Kadang aku diberi peringatan keras agar mampu bertahan. Awalnya kita selalu berharap agar terus bersama walau tanpa ikatan apapun. Kita saling menghargai, mendukung, dan percaya. Sms setiap hari. Pernah hilang kontak tapi kembali lagi. Tak jarang bertengkar karena aku sering menganggap ...

Hanya Masalah Waktu "katanya"

Pake lem apa ya, sampai awet banget ada dipikiran? Cara apa lagi biar bener-bener lupa? Sebenarnya bukan ingin melupakan sosoknya, hanya melupakan kenangan. Itu saja. Karena yang membuat merana adalah flashback. Ingat : Saat malam diingatkan minum susu; katanya malam itu waktu yang bagus buat minum susu. Tubuh akan lebih mudah mencerna saat mau tidur. Saat selalu mengingatkan balas sms dengan cara miscall, itu memang merisihkan, tetapi menggembirakan saat diperhatikan. Saat modus minta diajarkan di malam hari lewat telfon. aahh dasar! untuk bisa lupa, katanya hanya masalah waktu :')

Short Story in Yellow Building

Hari ini adalah hari dimana sebentar lagi aku akan menempuh Ujian Nasional. Tak disangka ini adalah kali ke-tiga aku mengikuti Ujian Nasional, ini adalah terakhir kalinya. Belajarpun sudah aku lakukan jauh sebelum nyawaku mendekati tanggal merah bagi anak kelas 10 dan 11 libur selama 3 hari. Aku berada di detik terakhir untuk  bernafas di gedung kuning tercinta. Madrasah Mu'allimien Muhammadiyah. Enam tahun lamanya aku menuntut ilmu di sana. Belajar di kelas, belajar berorganisasi (IPM), belajar pendewasaan diri dari segala ujian. Baik ujian sekolah, sahabat, bahkan cinta. Di sini akan aku ceritakan tiga ujian tersebut. Mulai dari ujian sekolah. Selama aku mengikuti ujian di Madrasah, dari Tsanawiyah aku selalu berkomitmen bahwa nilai bukan hal segalanya, itupun didukung oleh ummiku yang selalu menginginkan aku lebih baik di segala bidang terutama akhlak. Tetapi hasil dari ujian Sekolah selama ini tidak terlalu buruk, setidaknya aku sering berada di ranking 5 besar. Namun, d...

Aku Ingin Bicara

Aku sudah merangkai beribu kata. Sudah menerka beribu kemungkinan yang terlontar dari mulutnya. Tapi tak satupun langkah yang aku lakukan dari beribu rencana. Uhh! Beribu lembar kertas menjadi korban perasaan. Caci maki diri tak pantas terucap. (*kenapa kamu saarr ? ) #.@#$%^&*!@+%^$^%$#%$&^&*^%^$$#%(kacau) Bukan berarti aku tak bisa bicara, aku hanya tak ingin..... Kau yang membuat diriku menjadi lebih sederhana dan berpikir tak biasa.

Kembali Bergejolak

Apa yang salah dari langkah yang aku ambil saat ini? aku telah merasa berhasil memadamkan rasa. Semua rasa! banyak salah dalam mempertahankan keteguhan ini. Berdo'a tidak terus-menerus. Kenapa api cinta kini tumbuh kembali? setelah lama pernah padam karena do'a dan usaha. bagian mana yang salah dari perjuangan aku selama ini? Oh Alloooh, aku resah. Sejujurnya aku tidak ingin merasa hal ini kembali biarlah dulu... dulu aku merasakannya. Tapi tidak untuk saat ini. Saat dimana aku semakin paham bahwa cinta pure untuk Mu Apa rencana Allooh ini? untuk membuat hatiku kuat? tapi aku belum mampu. Aku belum mampu melakukan hal yang baik menurutMu. jangankan menjaga hati. Melihat sosoknyapun sekarang membuat hati aku kembali rusuh dengan dag-dig-dugnya :3 Sejujurnya aku ingin menangis sepuasnya aku mengeluarkan air mata. aku merasa gagal dengan keteguhan dahulu. Karena sekarang? sekarang aku kembali terjebak!!!! Aku menangis menyesali diri. Kenapa harus terjadi kema...