Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Menuju Peradaban

Perjuanganmu, perjuanganku, perjuangan kita semua Bukan hanya disini kita bersua Getaran gelora semangat mendunia Masa kini adalah masa kita Empat puluh sembilan sudah Selama ini tak pernah pudar dan merebah Kaki tak pernah lelah melangkah Kobarkan Fastabiqul Khairat yang memerah Semua berjuang berdarah Sudah empat puluh sembilan, sudah Mari rapatkan barisan Perkuat ikatan Empat puluh sembilan Menuju setengah abad keabadian Bangkitlah IMM merah Jayalah IMM gemilang Ciputat kita gentarkan Dari Ciputat menuju peradaban Setengah abad kegemilangan
Saya pernah sakit hati. Laki-laki telah menyakiti, pergi begitu saja meninggalkan saya. Mengkhianati saya dengan segala janji-janjinya. Untuk selalu ada saat saya senang katanya, akan selalu menghibur saat saya sedih. Dulu selalu memeberi kabar. Mau berangkt sekolah , ada waktu kosong di sela elajar , pulang sekolah , sampai tiap waktu . Laporan mau pergi ke mana, laporan mau ngerjain tugas, laporan selesai ngerjain tugas karena balesan smsnya ditungguin. Abis belajar malem smsn dulu sampai larut, bahkan lamanya waktu belajar gak sebanding sama lamanya smsan. Pagi-pagi masih dilanjut smsan. Ngucapin selamat pagi, kasih semangat buat hari baru. Inget masa-masa ini nih haduh manis ya tapi kalau sudah sakit hati rasanya manis itu hilang bakan hambar. Sampai akhirnya kebiasaan-keiaasan sama doi itu disudahi dengan kepergian dia yang tiba-tiba tanpa alasan. Air mata menjadi rutin keluar tiap malam, yang biasanya sehabis belajar smsan ini enggak, tambah lagi kalau ada temen curhat t...