Memupuk dan Menumbuhkan Diri dalam Dakwah
“Kau tahu, betapa diri ini terasingkan dengan lingkungan yang ku temukan. Tapi baru kali ini ada keterpaksaan yang menyenangkan, ada pahit yang menjadi lezat, ada guntur yang menghadiahkan pelangi.” Di semester satu aku bergabung di organisasi ekstra. Mungkin jika dikatakan aktif, diriku aktif. Namun, setelah semester dua yang mengharuskan aku tinggal di Asrama Putri (Aspi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta aku lebih sibuk dengan kegiatan asrama di setiap malam juga disibukkan dengan dunia kegalauan karena sedang ‘beradaptasi’ dengan dunia hijrah. Saat semester awal, teman dekatku rutin setiap jum’at untuk mentoring. Setiap aku tanya hendak pergi ke mana, mereka selalu menjawab ‘mentoring’. Ada hal yang membuat hatiku perih mendengarnya. “Oh, mentoring.” Tidak jarang di Musholla akhwat lantai dua FITK diramaikan dengan wanita-wanita berbusana rapi dengan asiknya berbincang-bincang. Terdapat kedekatan yang amat dari mereka saat saling menatap wajah lawan bic...