Oh Eksakku Sayang (cerpen)
“Kring…kring…kring” suara alarm berbunyi. Tanganku meraba kasur berusaha mendapatkan alarm untuk dimatikan. Ah, akhirnya aku berhasil meraih langsung ku matikan dan kembali menghangatkan diri dengan selimut di antara dinginnya subuh. Seketika aku terperanjat bangun. Aku lupa kalau hari ini adalah hari Senin dan harus berangkat lebih pagi untuk upacara bendera. Buru-buru aku masukkan buku untuk hari ini. Cepat-cepat aku mandi sarapan dan berngkat. Di depan halaman rumah saat sedang menalikan tali sepatu aku melupakan sesuatu, buku tugas Kimiaku! Belum selesai menalikan sepatu aku buru-buru kembali ke kamar dan memasukkan buku tugas. Aku lagi tergesa-gesa ke depan gang. “Aduh….. ini gawat, pasti macet” dalam hati aku mengkhawatirkan keadaan jalan yang macet panjang di pertigaan. Aku lari dan terus berlari menyusuri jalan berapsal yang penuh bebatuan. ...