Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Oh Eksakku Sayang (cerpen)

                   “Kring…kring…kring” suara alarm berbunyi. Tanganku meraba kasur berusaha mendapatkan alarm untuk dimatikan. Ah, akhirnya aku berhasil meraih langsung ku matikan dan kembali menghangatkan diri dengan selimut di antara dinginnya subuh. Seketika aku terperanjat bangun. Aku lupa kalau hari ini adalah hari Senin dan harus berangkat lebih pagi untuk upacara bendera. Buru-buru aku masukkan buku untuk hari ini. Cepat-cepat aku mandi sarapan dan berngkat. Di depan halaman rumah saat sedang menalikan tali sepatu aku melupakan sesuatu, buku tugas Kimiaku! Belum selesai menalikan sepatu aku buru-buru kembali ke kamar dan memasukkan buku tugas. Aku lagi tergesa-gesa ke depan gang. “Aduh….. ini gawat, pasti macet” dalam hati aku mengkhawatirkan keadaan jalan yang macet panjang di pertigaan. Aku lari dan terus berlari menyusuri jalan berapsal yang penuh bebatuan.     ...

Menjelajah Rumah (Fiksi)

Di antara desingan angkutan umum dan kendaraan pribadi aku duduk di salah satu angkutn umum berwarna biru bertuliskan 05. Mobil yang aku tumpangi berhenti tepat di depan rumah megah berhalaman luas yang terdapat ruang khusus security. Bangunan megah di depan mata adalah milik juragan terkenal di kecamatan. Rumah tiga lantai yang indah dibalut cat kuing emas dan merah marun, pagar yang tinggi nan mewah. Aku membayangkan penghuni rumah yang banyak dan bahagia di setiap sudut ruangan. Tapi bayanganku terpecahkan saat angkutan umum kembali melaju. Saling mengunjungi rumah teman satu kelas sudah biasa bahkan mungkin bermalam. Tapi tak satupun teman yang pernah bermalam dirumahku, bukan karena aku yang melarang atau tidak ada teman yang menginginkan bermalam. Pernah aku mengunjungi salah satu rumah teman yang jarak dari sekolah lumayan jauh harus naik angkot dua kali. Sesaimpainya di rumah temanku aku dipersilahkan duduk di sofa biru tepat berada di ruang tamu. Temanku menyajikan ai...

Integritas Bangsa

Tak lagi berlaku pedang menjadi senjata Bukan lagi bombardir yang mendera di tanah air Darah yang tumpah bukan   lagi yang merah Keringat yang bercucuran bukan untuk peperangan nyata Penjajah bukan lagi datang dari daratan berbeda Satu pijakan bahkan menjadi musuh utama diri Kejujuran sangat berharga untuk bangsa yang semeraut ini Untuk apa wahai pelajar kau menggongnggong pemberantasan korupsi? Padahal sirna kejujuran saat berhadapan dengan soal ujian Untuk apa wahai pelajar kau kritik konstitusi Negara? Padahal hilang kepedulian bela bangsa Pancasila akan tetap menjadi Pancasila Kita bersatu dalam ikatan bangsa Indonesia Berantas korupsi dengan kejujuran Fokus pada masa depan bukan hanya omong kosong menyalahkan yang sudah Mati satu bangkit seribu Seribu lalu berjuta kebaikan akan tumbuh di atas kesuburan tanah lahir nenek moyang kita Jadilah kebanggaan Bogor, 17 Mei 2015

Dari Buku

Buku melembutkan hati Sedangkan kerasnya diri tanpa buku Teman sejati tak pernah mengkianati Setiap lembaran berjuta makna Sebagai bukti keabadian Buku menceritakan berbagai sisi kehidupan Dari buku aku jelajah dunia Menyusuri lembah Kunlun yang mematikan Mendaki gunung Everest tanpa ragu dan bimbang Berenang di sungai Nil yang panjang Menjelajah dunia aku terjang   Lewat buku aku menyelami sebuah pemikiran Yang menumbuhkan kebijaksanaan Mendorong pikiran positif dan memperkuat persahabatan Otak terjaga dari keremajaan Dengan buku aku pandai berkata Buku aku baca aku cinta Bogor, 19 Mei 2015

Teruntuk Muslimah

Dear, Muslimah taukah kamu betapa bahagianya   saat kamu sakit hati karena dikhianati dia yang selalu diharapkan? Itu adalah tanda Allah ingin menjaga hati dan pikiranmu agar selalu suci dan lapang. Muslimah, ada saatnya kamu bahagia dengan gelar “Halal”. Saat nahkoda kehidupanmu membawa kamu berlayar ke tepian syurga. Menghantarkan kamu menjadi Muslimah yang mulia. Muslimah, betapa Allah sayang kepadamu. Dalam kesendirian Allah ingin selalu dipuji atas nama Allah, kamu mengingatNya. Allah tak ingin diduakan apa lagi dengan sosok yang belum jelas akan membawamu bahagia karenaNya atau tidak. muslimah, bersabarlah. Waktu akan datang dengan izin allah membawa balasan apa yang selama ini kamu sabarkan. Kamu ingin syurgaNya kan? Begitu malaikat Ridwan menantimu dengan segala kesalihanmu menjaga diri dari segala maksiat. Jangan dekati api neraka yang sebagai perantaranya adalah dia, yang selalu kamu banggakan karena cinta. Cinta yang tidak hakiki. Cinta yang ketika kau merasakannya ...