Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Keseruan TFT FSLDK Indonesia yang Bikin Susah Move On!

Assalamu'alaikum, teman-teman yang setia baca blog Sarahmotiva! 😝 Bagaimana kabar kalian saat membaca postingan ini? Semoga dalam keadaan sehat dan selalu sehat ya. Aamiin. Pada kesempatan kali ini, aku akan menceritakan kenangan selama mengikuti Training For Trainer Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Puskomnas FSLDK Indonesia) yang diselenggarakan di Masjid Al-Huriyyah Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillah, aku dan beberapa Kakak tingkat dan teman pengurus Lembaga Dakwah Kampus Syahid (LDk Syahid) menjadi delegasi Pusat Komunikasi Daerah Banten (Puskomda Banten) Zona 4. Acara yang luar biasa sekali bagiku, karena bisa bertemu dengan para pejuang dakwah di berbagai daerah; dari Bandung, Cirebon, hingga Kalimantan. Selain itu, dapat belajar banyak hal dari pengalaman-penglaman dari banyak Lembaga Dakwah Kampus. Dan yang menakjubkan selama aku berada di Masjid Al-Huriyyah adalah, lingkungan yang dibangun oleh DKM Masjid Al-Huriyyah da...

FGD bersama Ketua Komisi D Puskomnas FSLDK Indonesia

Gambar
Oke, teman-teman! Setelah bercerita keseruan mengikuti Training For Trainer, saatnya aku sampaikan hasil Focus Group Discussion Komisi D (Humas dan Media) yang dimentori oleh Kak Ammar Yasir Jayyid, Ketua Komisi D Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Puskomnas FSLDK Indonesia). Pembahasan pertama yaitu mengenai brand . Bagaimana brand sangat penting dimiliki oleh setiap media  organisasi atau bahkan personal. Sejak lahir, masing-masing orang memiliki brand. Ketika ada dua orang yang memiliki kesamaan nama, cara membedakannya adalah brand yang mereka miliki. Entah karena ada yang lebih tinggi, lebih gemuk, atau bisa dengan prestasi yang dimiliki masing-masing kedua orang tersebu; itulah brand. Branding adalah hal yang mendalam, bukan hanya soal font, warna, dan template. Media dan Humas terdepan dalam dakwah. Ibarat rumah, media dan humas seperti pagar. Setiap pagar harus memiliki warna yang berbeda agar dikenal orang dengan mudah. Setel...

Mengenal Doa Rabitah

Biasanya, setiap agenda LDK, ditutup dengan doa yang sudah tidak asing lagi, yaitu doa kafaratul majlis atau doa penutup majlis. Selain  itu, diakhiri pula dengan doa rabitah. Kalimatnya sudah tidak asing lagi di telinga karena terbiasa dengan membaca Al-Matsurat. Ya, walau pun bolong-bolong hehehe. Karena ada rasa penasaran mengapa doa rabitah menjadi doa yang sering diucapkan khususnya oleh anak-anak LDK, akhirnya aku mencari tahu, ada rahasia apa dibalik doa rabitah. Mulanya, membaca arti dari doa rabitah. Ya Allah, Engkau tahu bahwa hati ini telah terhimpun dalam kecintaan kepada-Mu, telah berjumpa dalam menaati-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah terjalin dalam membela syari’at-Mu, Maka teguhkanlah, Ya Allah, ikatannya; kekalkan kasih sayangnya; tunjukilah jalan-jalannya; penuhilah hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah sirna; lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya kepasrahan kepada-Mu; hidupkanlah ia dengan berma’rifat ke...