Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Menangislah Karena Allah

Malam.. Aku ingin menangis menangis sejadi-jadinya Aku ingin marah melampiaskan beribu kegundahan Aku ingin menghakimi sebab aku terjerat dalam kisah kisah yang tak aku undang untuk hadir Aku adalah hati yang mudah terluka walau sekerdil alasan Aku memang hati merasakan sedalam-dalamnya perasaan Aku bukan akal yang memudahkan segala urusan tapi aku tak bisa menyalahkannya sebab akallah yang menyadarkanku menyadarkan bahwa hati bisa salah ketika hati terlalu dinomor satukan merasa kasihan, sebab diri tak kuasa diambang kerinduan Aku takut Takut menghadapi kenyataan cemburu menjadi persoalan Aku ragu Ragu untuk percaya mengikuti kata hati karena aku takut keduakalinya tersakiti karena semua perlu bukti ketika aku dan kau berjanji bahagia selalu dihari nanti saat kau menjadi kekasih hati sejak aku hidup kini, hingga aku mati Aku bukanlah Ratu Balqis yang kecantikannya tak pernah terkikis hingga disatukan oleh Sulaiman pada jalan yang romantis pula aku...

Kenapa Aku Berbeda?

Berawal dari rasa iri. Melihat teman-teman ko mudah sekali mendapatkan teman laki-laki, kenapa mereka banyak yang mendekati? Kenapa mereka juga denga mudah gonta-ganti pasangan?Jika dilihat dan dipikir-pikir  aku gak jelek-jelek banget, gak jauh beda dari mereka yang dengan mudahnya bergaul dengan laki-laki! Kenapa ya? apa memang aku ini jelek? gak menarik? apa pakaianku ini udik?  Akhwaty Fillah, gak sedikit yang merasakan sepeti kasus di atas. Merasa tidak percaya diri karena alasan yang tidak tepat. Terlihat dengan jelas pergaulan zaman sekarang yang sudah banyak mendobrak batas ketentuan antara ikhwan dan akhwat. Banyak sekali ikhtilat yang terjadi. Akhwaty, sebagai muslimah kita harus menjaga izzah dan iffah. Kita tahu pentingnya kedua arti tersebut bukan? Izzah adalah sebuah harga diri yang mulia dan agung. Harus ada menghiasi setiap relung jiwa seorang muslim, apalagi Muslimah.Izzah diberikan pada makhluk-Nya sesuai pendekatan pada Rabbnya, semakin dekat dengan All...

Tak Ada yang Sia-Sia

Suatu nikmat luar biasa menurutku adalah Hidayah. Hidayah itu datangnya dari mana saja, dari hal yang awalnya tidak kita sangka-sangka, bahkan dari hal yang membuat kita tak percaya, atau mungkin dari sesuatu yang tak masuk logika dan........ bisa jadi dari seseorang yang membuat kita patah hati dan terluka. Semua sesuka Allah mau bagaimana, dan kita? Kita harus selalu berbaik sangka pada-Nya. Jatuh Cinta. Jatuh itu memang sakit, tapi yakinlah cinta begitu indah. Jadi yang membuat kita sakit, bukan cinta namanya. Karena cinta adalah menerima tanpa keterpaksaan. Cinta indah tiada tara. Begitu pula Allah menunjukkan Rahman dan Rahim-Nya, itulah bukti cinta kepada ummatnya. Aku akan menceritakan sedikit pengalaman dua orang yang semoga saja dapat diambil menjadi pelajaran berharga. Karena penglaman adalah guru terbaik, bukan? walaupun bukan pengalaman pribadi, tapi apa salahnya kita belajar dari pengalaman orang lain :) Kisah Pertama : Tiga tahun dua insang yang belum diikat denga...

Moment Masih di Bulan syawal

Bulan Ramadhan telah berlalu dan digantikan dengan bulan syawal. Wah, pastinya banyak nikahan nih. Janur kuning berderet di jalan (hahaha apasih orang niatnya gak bahas itu). Owala.. jangan salah, nikah di bulan syawal itu yang dicontohkan Rasulullah ketika menikahi Siti Khajidah loh. (Ih, ni tangan gatel banget ngebahas pernikahan). SKIP! Alhamdulillaah, bulan syawal merupakan bulan silaturrahim. Kepada sanak saudara, teman, dan gak lupa semakin eratkan cinta dengan keluarga. Saat aku dan ummi mencari tempat untuk shalat Ied dari kejauhan aku melihat remaja seumuran aku. Aku menerka-nerka. Dari mata, hidung, warna kuliat, sepertinya aku mengenali dia.Aku memecahkan kefokusan ummi ketika sedang mengucapakn Takbir, bertanya, apakah orang yang aku maksud sama seperti yang ummi sangka?. Aku kembali fokus pada persiapan shalat ied, berdo'a, dan mendengarkan khutbah. Saat aku berdiri, aku memanggil nama orang yang membuat aku tidak fokus dari tadi. Aku memanggilnya "Anis",...