Dariku, Seorang Kakak yang Berusaha Menjadi Sosok Ayah untuk Kedua Adik Laki-laki
Duha tadi aku benar-benar menangis. Menangis keras, hingga sembabnya belum hilang sampai Isya. Bekas lelahnya belum sirna semua. Pagi ini aku benar-benar menangis setelah berusaha menyelesaikan tilawah 1 juz. Aku tilawah Al Quran di atas kasur, lalu kurebahkan badanku menghadap langit-langit kamar. Seketika saja pikiranku fokus pada nasib adik-adikku di tengah zaman yang semakin tak waras. Pikiranku pada Ummi yang harus berjuang mendidik anak-anaknya seorang diri. Aku? Aku Kakak dengan dua adik-laki-laki yang sedang mencari kehidupan, jati diri mereka. Aku berusaha sekuat mungkin di hadapan Ummi, walau aku belum tau bagaimana seharusnya diri ini bisa menjadi pengganti sosok Ayah untuk adik-adikku. Berat sekali. Aku semakin menangis mendekap Al Quran yang masih terbuka di pelukan. "Ya Allah, bantu Sarah." Akhir-akhir ini aku dihadapkan oleh kasus 'sexual consent'. Modul pembelajaran edukasi sex berkedok sex bebas sudah menjamur, bahkan sejak 2016. Aku melihat vide...