Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016
orang yang tidak mengetahui cirinya adalah  berkata ksosong. Sedangkan orang yang mengetahui bertindak bijaksana

Pada Siapa Aku Bertepi?

Bismillah.. Malam ini, malam kedua aku berada di rumah setelah selesai UAS Semester 2. Aku ingin menyatakan diri bahwa aku sedang lemah hatinya. Lemah karena merasa akhir-akhir ini melankolis sekali. Ditambah sering dengar   lagu Edcoustic yang judulnya Tak Ada beban Tanpa Pundak. Tentang tanggung jawab. Coba di dengar, dengarnya sambil pejamkan mata, dimalam yang sunyi setelah selesai melakukan kewajiban kepada Allah (setelah Shat Isya’, Tarawih, dan tilawah) stel lagu tersebut. “Biarkan aku oh malam menangis disepanjang shalatku karena hanya Allah yang bisa membuatku tegar menjalani semua ini. Biarkana aku oh malam bersimpah Rahmat dan ampunannya. Mereka pasti berlalu menguji imanku aku serahkan pada Illahi”. Seharian aku berada di antara kakak, adik-adikku, Fathan dan Mumtaz, juga ummi. Mereka menjadi hal yang membuat lengkap pada hari itu. Kebetulan teh Nura sedang di rumah karena suaminya sedang menjalankan I’tikaf dan sibuk menjadi imam dan pengurus zakat Fitrah. M...

Kenyamanan Kesempurnaan Ukhuwah

Ini kisah seseorang yang pernah menganggap telat mendapatkan hidayah. Tetapi memang tidak ada satu kata telat bagi hamba Allah yang ingin bertaubat. Ini kisah seorang wanita yang merindukan cinta hakiki yang didasari karena iman. Lagi, ini kisah seorang wanita yang pernah hampir saja direnggut kehormatan karena cinta nan semu. Mari kita mulai cerita ini dengan sama-sama membuka mata hati dengan nur Illahi yang sudah terang benderang di sekeliling kita, tinggal bagaimana kita mau menyadari atau tidak cahaya yang sungguh sangat nampak. Benar, dia merindukan hujan yang mampu mengalirkan dan menghapus kenangannya yang mengotori perjalanan hidupnya. Hampir. Hampir saja. Untungnya Allah mengirimkan suatu ikatan yang entah apa namanya yang membuat dia terlena dan melupakan kepahitannya dulu, mungkin saking manisnya sehingga lupa pernah terluka. Sejak duduk di bangku Tsanawiyah aku menemukan sosok laki-laki yang menjadi orang pertama yang mampu membuat hatiku senang walau hanya menden...